" /> " /> " />

Kamis, 17 Oktober 2013

Jalan Jalan Pulau Tidung



Setiap orang pasti mempunyai masalah dalam hidupnnya dan berbeda-beda cara dalam menyelesaikannya. Gue sendiri sih lebih suka jalan-jalan untuk menyelesaikannya, karena pikiran dan hati kita lebih tenang dan ketika itu kita tahu cara untuk menyelesaikannya atau masalah yang terkadang kita buat sendiri di dalam pikiran kita bisa hilang melalui jalan-jalan, itu yang di bilang sama nyokap gue.



Kali ini pilihan gue jatuh ke pulau pari, tapi Tuhan berkata lain, dan membawa gue ke pulau Tidung.

Perjalanan pun dimulai..

Gue berangkat dari rumah jam 12'an siang, sampai ke Muara Angke sekitar jam 2 siang. Bingung, kenapa? Karena kapal yang berangkat ke Pulau Pari udah gak, hanya ada satu kapal yang berangkat kesana dan itu jam 10 pagi. Oke gue panik, masa sih pulang lagi?



Tanya sana tanya sini, menurut gue nelayan-nelayan disana pada gak jelas, bingungin. Gue kapok pergi ke pulau seribu lewat Muara Angke jika sama keluarga, kasian nyokap gue. Kalau sama temen atau sendiri sih sabodo teing lah haha.

Akhirnya feeling gue mengarah kepada kapal yang sedang mengangkut barang dan ternyata mereka mau pulang ke Pulau Tidung. Okeh akhirnya kita ganti rencana ke Pulang Tidung.

Pulau Tidung aku datang..



Perjalanan memakan waktu sekitar 2 jam. Tidak terlalu banyak orang di kapal sore hari itu dan ini adalah pertama kalinya gue naik kapal laut. Okeh gue harus bertahan di tengah laut ini, gak mungkin kan gue bilang kiri atau stop sama nahkodanya. Terombang-ambing di lautan itu seperti naik kora-kora di dufan dan gue gak suka ke dufan (pertama dan terakhir kalinya gue ke dufan waktu itu).

Akhirnya kami tiba juga di pulau tidung, hal pertama yang gue ucapkan adalah Kirei (Indah) dalam bahasa jepang. Lautnya, pulaunya, semuanya. Rasanya seperti ingin menjelajahi semua pulau seribu dalam semalam.



Harga makanan disana menurut gue standar seperti di jakarta. Gue kira gara-gara dipulau harga makanannya di bandrol mahal, tapi ternyata pemikiran gue salah. Homestay tempat gue menginap juga lumayan murah, Rp.250.000 dengan kamar yang cukup besar, AC dan kamar mandi yang bersih.

Karena tiba disana sudah sore, gue memutuskan untuk langsung melihat sunset dan ternyata sangat-sangat indah, gue berharap suatu saat nanti kalau bulan madu ingin pergi ke pulau seribu, romantis banget pasti *pemikiran yang sederhana*.



Hari sudah mulai gelap dan orang-orang pun satu per satu pergi meninggalkan pantai. Sepi senyap, hanya lagu di Ipod yang menemani kegalauan malam hari itu. Eiittss ini liburan!! Jadi gak boleh galau!! Tapi saya kesini karena galau haha.

Setelah cukup puas menikmati angin malam, gue memutuskan untuk kembali ke homestay dan tidur. Tapi tetap saja gejala insomnia masih melanda walaupun gue dipulau.



Pagi hari pun tiba dan gue tidur hanya sebentar. Setelah sholat subuh, gue memutuskan untuk ke jembatan cinta itu sendirian, karena orangtua gue masih tidur, kasian bangunin mereka.

Okeh banyak orang yang menuju kesana naik sepedah, gue pun juga sama. Kita semua mengayuh sepedah seperti layaknya di film laskar pelangi. Mengejar mimpi dan harapan untuk masa depan yang cerah dan gemilang.



Sampai disana belum terlalu banyak orang. Mereka semua hanya berdiri di atas jembatan cinta awal, tanpa menelusuri hingga ke ujung sana. Tapi karena gue itu bolang, gue memutuskan untuk menelusuri hingga kepulau satunya. Ditemani matahari pagi yang indah akhirnya gue sampai di pulau yang dihubungkan oleh jembatan cinta.



Disana suasana lebih sepi dan asri. Ingin rasanya menjelajahi pulau itu, tapi entah mengapa suasana disana tidak mengijinkan gue untuk menelusurinya, ada suatu penghalang *kebanyakan nonton film horor*.



Gue memutuskan untuk kembali ke parkiran sepedah, dan di tengah jembatan gue lihat ada ikan besar hanyut di laut, sayang sekali sepertinya sangat enak bila dibakar haha. Gue juga ketemua sama nyokap dan bokap, karena gue lebih suka jalan sendiri, akhirnya kita misah kembali setelah berbicara beberapa patah kata. *Biar mereka merasakan keromantisan pulau tidung berdua ciiee*.

Okeh perjalanan sendiri gue dimulai utuk menjelajahi pulau tidung. Tapi sebelum kita menjelajah lebih baik mengisi perut terlebih dahulu. Yumuy..



Setelah beristirahat dan menikmati makanan ala kadarnya, gue memutuskan untuk menelusuri tepi pantai sendiri. Gue merasa seperti petualang sejati, yang terdampar di tepi pantai. Berjalan dan terus berjalan sampai gue merasa lelah, dan kemudian sadar bahwa gue nyasar. Inilah bagian serunya, setiap travelling pasti gue selalu nyasar. Kalau gak nyasar itu menurut gue gak afdol.



Yap lalu gue ketemu penjaga pantai ini. Tapi ini bisa disebut penjaga pantai gak ya? Kalau diluar negri kan penjaga pantainya keren haha. Disini bukannya gue nanya arah pulang, eh malah ngobrol ngalur ngidul, bahas tentang idul adha lah, kehidupan disini lah dan lain-lain, hampir aja kita PDKT.



Bapak-bapak tadi menyuruh gue untuk tidak lewat pantai lagi, dia bilang takut nyasar dan menyuruh gue lewat jalan ini. Oia dibandingin jalan yang gue telusuri ini, gue merasa pantai tadi lebih serem. Seperti ada sesuatu *horor oh horor*.



Eh ternyata disini juga ada sekolah. Semuanya ada dipulau ini, kecuali satu, yaitu mobil yang gak ada. Ya iyalah mana muat mobil disini, jalanannya aja sempit.



Setelah puas bermain permainan air seperti banana boat, donat boat dan sebagainya. Kita memutuskan untuk pulang karena takut ketinggalan kapal. Kali ini kita tidak pulang dengan kapal nelayan lagi, karena nyokap trauma sepertinya, jadi kita memutuskan naik kapal boat marina ancol.



Karena mobil kita parkir di Muara Angke dan kita turun di ancol, mau tidak mau kita harus kesana menggunakan taksi. Dan gue benci taksi!! Itulah petulangan gue ke pulau tidung, mengesankan dan menakjubkan, rasanya ingin menjelajahi semua pulau yang ada di indonesia ~Hyyaaaaaa..



3 komentar:

Unknown mengatakan...

Hahaha... Lucu lucu, cerita nya seruh banget, saya jadi tertawa sndri nge baca artikel nya. Knapa wktu di tidung gak ktmu sma saya yaa? He he he "ngarep"
Http://www.zaifratamapulautidung.com

Ayu Intan mengatakan...

Makasih ceritanya dibilang lucu dan seru, mungkin ketemu tp ga kenal he he he ^^

Unknown mengatakan...

Msih sering trip yah?